PEPTIDA
Peptida merupakan molekul organic yang terdiri dari kumpulan asam amino.Polimer ini tersusun atas 20 macam asam amino standar. Peptida merupakan molekul yang sangat vital untuk organisme. Peptida terdapat pada seluruh sel organism tanpa terkecuali. Rantai asam amino dihubungakan oleh ikatan kovalen spesifik.
Peptida memiliki struktur dan fungsi yang berbeda- beda sesuai dengan struktur peptida itu sendiri. Struktur dan fungsi peptida ditentukan oleh kombinasi, jumlah, dan urutan asam amino penyusunnya. Sifat fisik dan kimiawi dari peptide juga dipengaruhi oleh asam amino penyusununnya.
Peptida juga diartikan sebagai senyawa yang
terbentuk dengan menghubungkan satu atau lebih asam amino dengan ikatan
kovalen (Jenis ikatan kimia yang terjadi ketika atom berbagi elektron).
Struktur peptida
Peptida terbentuk ketika gugus karboksil
(carboxyl group) dari suatu asam amino bereaksi dengan gugus amin (amine
group) dari asam amino lain. Reaksi ini menciptakan pelepasan 1 molekul
air (H2O)
di setiap pembentukan satu ikatan peptida. Struktur dan fungsi peptida
sangat beragam ditentukan oleh kombinasi, jumlah, dan urutan asam amino
penyusunnya.
Sifat-sifat Peptida
Sifat peptida terbagi menjadi tiga, yaitu fisik, kimiawi, dan sensori. Berdasarkan sifat fisik, Peptida memiliki ukuran molekul yang relatif kecil dengan berat molekul yaitu kurang dari 10.000. Sementara berdasar sifat kimiawi, peptida merupakan senyawa bioaktif dan memiliki komposisi asam amino yang tidak umum seperti, homolog lysine. Senyawa ini resisten terhadap protease yang dihasilkan oleh mikroflora usus, memiliki sifat candu dan juga bersifat memodifikasi sifat imunitas. Sifat peptida ditentukan oleh gugus (–NH2), gugus (–COOH), dan gugus (R). Sifat asam dan basa juga ditentukan oleh gugus (–COOH) dan (–NH2). Sedangkan pada peptida rantai panjang, gugus (-COOH) dan (–NH2) tidak berpengaruh. Suatu peptida juga mempunyai titik isoelektrik seperti halnya pada asam amino.
Sifat peptida terbagi menjadi tiga, yaitu fisik, kimiawi, dan sensori. Berdasarkan sifat fisik, Peptida memiliki ukuran molekul yang relatif kecil dengan berat molekul yaitu kurang dari 10.000. Sementara berdasar sifat kimiawi, peptida merupakan senyawa bioaktif dan memiliki komposisi asam amino yang tidak umum seperti, homolog lysine. Senyawa ini resisten terhadap protease yang dihasilkan oleh mikroflora usus, memiliki sifat candu dan juga bersifat memodifikasi sifat imunitas. Sifat peptida ditentukan oleh gugus (–NH2), gugus (–COOH), dan gugus (R). Sifat asam dan basa juga ditentukan oleh gugus (–COOH) dan (–NH2). Sedangkan pada peptida rantai panjang, gugus (-COOH) dan (–NH2) tidak berpengaruh. Suatu peptida juga mempunyai titik isoelektrik seperti halnya pada asam amino.
Fungsi polipeptida di bidang kesehatan ada banyak yang terdapat di bawah ini.
- Berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
- Polipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
- Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
- Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
- Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif.
Peptidomimetik itu adalah sebuah rantai kecil dirancang dengan tujuan untuk meniru peptida.
Aditpotide adalah ekperimental penurunan berat badan peptidomimetik dengan urutan asam amino yang telah dikembangkan oleh para peneliti di amerika serikat
Referensi
Chen, L., Magliano, DJ dan Zimmet, PZ (2012) Nat. Rev. Endocrinol. 8, 228-236.
Nolan, CJ, Damm, P. dan Prentki, M. (2011) Lanset 378, 169-181.
Donath, MY dan Shoelson, SE (2011) Nat. Rev. Immunol. 11, 98-107
Drucker, DJ (2006) Sel Metab. 3, 153-165.
Vahl, T. dan D'Alessio, D. (2003) Curr. Opin. Clin. Nutr. Metab.
peduli 6, 461-468.
Turner, R., Cull, C dan Holman, R. (1996) Ann. Intern. Med. 124, 136-145.
Prentki, M. dan Nolan, CJ (2006) J. Clin. Menginvestasikan. 116, 1802-1812.
Huxley, R., Barzi, F. dan Woodward, M. (2006) BMJ 332, 73-78.
Sung, J., Lagu, YM, Ebrahim, S. dan Lawlor, DA (2009) Sirkulasi 119, 812-819.
Nolan, CJ, Damm, P. dan Prentki, M. (2011) Lanset 378, 169-181.
Donath, MY dan Shoelson, SE (2011) Nat. Rev. Immunol. 11, 98-107
Drucker, DJ (2006) Sel Metab. 3, 153-165.
Vahl, T. dan D'Alessio, D. (2003) Curr. Opin. Clin. Nutr. Metab.
peduli 6, 461-468.
Turner, R., Cull, C dan Holman, R. (1996) Ann. Intern. Med. 124, 136-145.
Prentki, M. dan Nolan, CJ (2006) J. Clin. Menginvestasikan. 116, 1802-1812.
Huxley, R., Barzi, F. dan Woodward, M. (2006) BMJ 332, 73-78.
Sung, J., Lagu, YM, Ebrahim, S. dan Lawlor, DA (2009) Sirkulasi 119, 812-819.
Permasalahan
1.Apa fungsi peptida dalam tubuh?
2.Apa beda peptida dan peptidomimetik?
saya akn menjwab nmor 1 yaitu Berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
ReplyDeletePolipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif.
saya akn menjwab nmor 1 yaitu Berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
ReplyDeletePolipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif.
Hallo nesti.
ReplyDeleteSaya akan menjawab pertanyaan nomor 1.
Peptida dapat melakukan berbagai fungsi dalam tubuh manusia, tergantung pada asam amino yang terlibat. Beberapa dapat mengatur hormon, misalnya, sementara yang lain mengambil bagian dalam fungsi antibiotik. Tubuh kita juga dilengkapi untuk memecah dan menggunakan kembali peptida. Jika seseorang makan daging, enzim dalam / usus memecah protein pada ikatan amida untuk menciptakan berbagai macam peptida yang dapat dicerna atau dikeluarkan, tergantung pada kebutuhan tubuh.
saya akn menjwab nmor 1 yaitu Berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
ReplyDeletePolipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif.
hay nesti pemaprannya sngat bermanfaat sekali
ReplyDeleteHai Nesti. artikel yang menarik. saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1, yaitu:
ReplyDeletePeptida di dalam tubuh berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
Polipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif
Hai nesti bagaimana mekanksme dari peptida dalam tubuh
ReplyDeleteSintesis peptida dilakukan dengan menggabungkan gugus karboksil salah satu asam amino dengan gugus amina dari asam amino yang lain. Sintesis peptida dimulai dari C-terminus (gugus karboksil) ke N-terminus (gugus amin), seperti yang terjadi secara alami pada organisme. Namun, untuk mensintesis peptida, tidak semudah mencampurkan asam amino begitu saja. Seperti contohnya: mencampurkan glutamine (E) dan serine (S) dapat menghasilkan E-S, S-E, S-S, E-E, dan bahkan polipeptida seperti E-S-S-E-E.
Deletehy nesti artikel anda sangat membantu saya
ReplyDeleteterimakasih
Baiklah saya akan menjwab nmor 1 yaitu Berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia yang ada di dalam tubuh sebagai biokatalis.
ReplyDeletePolipeptida dapat mengangkut berbagai jenis gas. Misalnya jenis protein yang membangun hemoglobin yang berada di dalam sel-sel darah merah (eritrosit), berfungsi mengangkut oksigen dan karbondioksida dari paru-paru ke seluruh tubuh dan sebaliknya.
Pembentukan tubuh dengan cara dengan lemak atau zat anorganik. Contohnya, fosfor menjadi fosfolipid.
Sebagai antibodi untuk melawan zat-zat asing yang masuk dalam tubuh.
Sumber energi jika karbohidratsedang mengalami kekurangan atau karena aktivitas otot terlalu aktif.
Haii nura, pemaparan materi yg mudah di pahamin, shga sy bsa menjawab tgs2 sy,
ReplyDeleteTerimaksih yaa